Sabtu, 09 Juli 2011
Kamis, 24 Februari 2011
Minggu, 19 Desember 2010
Serving in Youth Mission
Nama : Maria Fennita Santosa
TTL : Jakarta, 9 Februari 1980
Status : Menikah
Nama Suami : Budi Santosa
Nama Anak : Arthur Nicholas Santosa
Pendidikan terakhir : Sarjana Teologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara
Jabatan : Pembina Komisi Pemuda dan Komisi Remaja
Hobby : Baca buku, menerjemahkan buku, dengerin music, nonton film anak-anak
Film Fav. : Chronicles of Narnia, Pay it Forward, Cars, Finding Nemo, Kungfu Panda, Sound of Music.
Buku Fav. : Alkitab (of course ;)), Chronicles of Narnia-C.S. Lewis, Desiring God-John Piper, Finding the Will of God – Bruce K. Waltke.
Makanan fav. : sayur asem plus sambel terasi, ikan asin, tahu goreng (yummy!!!), kwetiauw siram, suki.
L: Ceritakan bagaimana pergumulan menjadi hamba Tuhan.
M: Saya tidak ingat secara pasti kapan saya mulai punya kerinduan untuk menjadi hamba Tuhan. Saya ingat waktu itu adalah kebaktian biasa dan hamba Tuhan yang berkotbah pun bukan orang terkenal. Dia Pembina rohani saya di gereja. Pada kotbah kali itu, dia menantang kami – remaja – untuk mengambil komitmen menjadi hamba Tuhan. Saat itu ada dorongan yang kuat dari dalam diri saya untuk maju menyatakan tekad dan sejak saat itu saya dibimbing oleh Pembina saya dalam pergumulan untuk menjadi hamba Tuhan. Meskipun demikian, butuh waktu yang lama untuk mengambil keputusan masuk sekolah teologi. Akhirnya saya baru memberanikan diri untuk masuk SAAT pada tahun 2000, dua tahun setelah lulus SMA.
L: Pengalaman di SAAT yang paling berkesan dan berharga:
M: Waktu diajak oleh Pdt. Cornelius Kuswanto (dosen PL) untuk makan buah Ara. Duh berasa deket banget sama dunia Alkitab. Hahahaha…
L: Ceritakan momen-momen apa yang paling diingat sebagai masa-masa dimana Tuhan menolong dan menyertai.
M: Wah, kalo soal itu, ada banyak momen, tapi saya share-kan dua aja ya! Yang pertama, ketika masih di SAAT. Waktu itu lagi banyak tugas kuliah dan banyak pergumulan pribadi. Ingin menyerah rasanya…. Di tengah keputusasaan itu, saya naik ke lantai paling atas dari asrama kami karena ingin melihat bintang (saya senang melihat bintang karena bagi saya, bintang adalah simbol pimpinan Tuhan – seperti bintang yang memimpin orang majus dan para gembala bertemu Yesus). Tapi malam itu, langit begitu gelap dan tidak ada bintang sama sekali. Saya sangat sedih… merasa kesepian. Malam itu di lantai atas asrama, saya menangis sejadi-jadinya. Karena airmatanya banyak banget, maka saya melepas kacamata dan berdoa kepada Tuhan. Saya ceritakan semua pergumulan saya kepadaNya dan di akhir dari doa, saya bilang ke Tuhan: “Tuhan, jika Engkau masih menginginkan saya bertahan, tunjukkanlah pimpinanMu, berikanlah saya SATU BINTANG SAJA malam ini. Amin” setelah itu, saya membuka mata dan di kejauhan dekat gunung di sekitar SAAT, ada sebuah titik terang jauh di atas. Waktu itu saya ragu apakah itu lampu warga yang tinggal di sekitar gunung ataukah sebuah bintang. Lalu saya pakai kacamata untuk melihat lebih jelas cahaya itu, dan ternyata itu adalah SEBUAH BINTANG. Saya sampai menangis bahagia waktu tahu bahwa itu adalah bintang. Saya langsung berdoa kembali kepada Tuhan, “Tuhan, ternyata Kau masih menginginkan saya bertahan dan berjuang untuk menjadi hamba Tuhan. Terima kasih untuk satu bintangMu, yang telah memimpin jalan saya kembali. Amin.” Ketika saya membuka mata setelah berdoa, mau tahu apa yang terjadi? Langit di atas kepala saya dipenuhi dengan bintang-bintang. Langit yang tadinya mendung pekat, sudah menjadi sangat cerah. Malam itu, Tuhan ternyata tidak hanya memberikan satu bintang, melainkan ribuan bintang. Amazing kan!
Momen yang kedua, waktu saya melahirkan Nicky. Karena mengalami kesulitan ketika proses melahirkan normal, akhirnya saya harus dioperasi. Selesai operasi, saya dimasukkan ke dalam ruangan isolasi sampai saya sadar dari pengaruh bius. Memang akhirnya saya sadar, tapi saya tidak bisa bernapas dengan baik, udara yang saya hirup untuk bernafas tidak bisa masuk ke paru-paru. Dokter dan suster sudah panik. Mereka dengan berbagai cara berusaha untuk menolong saya bernafas. Sudah 4 macam alat pernafasan yang dipakai, tetap tidak bisa. Saya juga panik karena saya merasa persediaan udara di paru-paru saya sudah sangat menipis. Menurut suster, wajah saya sudah membiru dan badan saya dingin. Waktu itu ko budi dan mama saya pulang ke rumah untuk mengambil baju-baju saya (mereka pikir saya dan nicky selamat) dan di rumah sakit waktu itu hanya ada tante saya. Dia kemudian dipanggil oleh suster, dan dokter berkata: “Bu, kondisi bu Maria seperti ini, tolong berdoa bu! Hanya mujizat Tuhan yang bisa menolongnya!” Tante saya panik mendengar hal itu dan dia terus berdoa. Di tengah kesulitan bernafas dan seperti mendekati kematian, saya berdoa dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, beri saya kesempatan hidup satu kali lagi, untuk saya bisa mencintai suami saya dan anak yang baru saya lahirkan ini. Saya berjanji, saya akan didik anak saya sebaik-baiknya supaya dia bisa Engkau pakai untuk menjadi berkat dan membawa kebahagiaan bagi sesamanya.” Setelah saya berkata AMIN, paru-paru saya seperti dipompakan asupan udara yang sangat besar, sampai badan saya terangkat ketika saya berhasil bernafas. Wah, waktu itu suasana ruangan itu jadi seru, penuh tangis haru dari dokter dan para suster dan tante saya. Kemudian salah seorang suster bertanya kepada saya, “Bu, Ibu bikin kami takut, memang tadi gimana kok akhirnya ibu bisa bernafas?” lalu dengan kondisi yang masih lemah, saya menjawabnya, “Saya berdoa kepada Tuhan Yesus, sus! Dan Dia menolong saya!” Amazing ya!
L: Ladang pelayanan sebelum di GKI JJ?
M: Sebelumnya saya melayani di GKKK Surabaya sejak tahun September 2005 – Desember 2009.
L: Visi Misi Pelayanan?
M: Sejak lama Tuhan menaruh beban dalam diri saya untuk melayani kaum muda. Secapek-capeknya pelayanan di kaum muda, selalu saja ada hal yang bisa membakar kembali semangat pelayanan saya.
Visi : Menjangkau dan membina kaum muda untuk menjadi serupa Kristus.
Misi : Melakukan pelayanan dan pembinaan kepada kaum muda Kristen agar mereka bertumbuh dewasa dan matang secara kerohanian, karakter, dan kompetensi, sehingga bisa menjadi berkat bagi sesama dan hidup memuliakan Tuhan.
Moto hidup: Serve the Lord with all my heart and do the best for the glory of God.
L: Pesan-pesan untuk Pemuda-pemudi GKI Jatinegara memasuki tahun baru
M: Pesan-pesan buat muda-mudi memasuki tahun 2011
· Bangunlah kerohanian dan hubungan yang intim dengan Tuhan. Pelayanan yang baik dan hidup yang berdampak bagi orang lain dimulai dan didasari dengan kualitas kerohanian yang baik dan kasih yang bertumbuh di dalam Tuhan.
· Semakin tekun dalam mengusahakan hal-hal yang kekal bagi Tuhan. Seringkali kita bisa berjuang mati-matian dan sibuk habis-habisan untuk hal-hal yang duniawi, tapi kurang peduli untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama, peningkatan karakter dan kerohanian, dan kegigihan dalam pelayanan.
· Apapun yang akan terjadi di tahun 2011, jangan menyerah kepada keadaan. Jangan tunduk pada godaan. Jangan pernah meragukan Tuhan. Ada satu lagu yang sangat saya sukai, khususnya di bagian Reff-nya. Judulnya Trust His Heart.
God is too wise to be mistaken, God is too good to be unkind, So when you don’t understand,
when you don’t see His plan, When you can’t trace His hand, TRUST HIS HEART…
Allah terlalu bijak untuk berbuat salah, Allah terlalu baik untuk menjadi kejam, Jadi ketika kau tidak mengerti, ketika engkau tidak melihat rencanaNya, Ketika engkau tidak bisa meraba tanganNya, PERCAYAILAH HATINYA…
Minggu, 17 Oktober 2010
The War
Biodata:
Nama lengkap : Matius Shan Boone
TTL : 8 november 1985
Profesi saat ini : Kepala departemen musik komposisi UPH Karawaci
Pelayanan saat ini : Tim ensemble mini orkestra GKI JJ
Gereja saat ini : GKI JJ
Hobi : Maen musik, menyanyi hymn, baca buku, pelihara reptile, nonton TV, travelling.
Makanan & minuman favorit : Kepiting goreng, segala macam seafood, dan es lidah buaya.
Film favorite : Jurassic Park, Lion King, Moulin Rouge.
Music & lagu favorite : Classical and contemporary music, hymn, khususnya Day by day..
Ayat mas : Roma 8:28:… Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Pertanyaan:
L: Sebutkan pendapatmu tentang perang secara umum.
M: Perang merupakan hasil dari adanya pertentangan atau konflik perbedaan paham ideologi. Kadang, bisa dari hal sepele, misal perbedaan kelompok gang menimbulkan tawuran yang menurut saya juga semacam perang, hingga masalah besar seperti perbedaan ras maupun agama. Dan seringkali kita melihat bahwa sumber pertikaian secara akal sehat seringkali berasal dari masalah sepele, misalkan perebutan tanah Palestina yang notabene tanah kecil dibanding seluruh wilayah Israel Palestina, hingga menimbulkan perang berlarut-larut sampai masa kini dan akhirnya menimbulkan berjuta-juta kerusakan. Meski hanya bersumber dari hal tidak seberapa, tetapi seringkali memuat perbedaan besar dalam masalah ideology.
L: Dalam Alkitab Perjanjian Lama, Allah menyertai bangsa Israel dalam berperang. Bagaimana pendapatmu?
M: Allah menyertai peperangan Israel bukan berarti bahwa Allah berat sebelah dan menyukai peperangan. Tapi disana Allah menunjukkan bahwa kebenaran patut diagungkan dan Israel dipilih menjadi duta Allah sendiri, meski harus melalui perang. Allah tetap mengampuni bangsa yang mau tunduk pada kedaulatannya, seperti bangsa Niniwe pada masa Yunus.
L: Jika Allah yang maha kasih & sumber damai, mengapa sampai saat masih ada peperangan di dunia ini?
M: Peperangan timbul karena manusia dikuasai oleh hawa nafsunya sendiri untuk menguasai yang lain, tidak mau kalah, dan beroleh kejayaan-kejayaan melalui kuasanya. Dan Allah menghendaki manusia untuk menjaga kedamaian dunia. Kita dipercaya Allah untuk menjalankan dunia ini, bisa untuk membangun, atau malah bisa meruntuhkannya. Dan dunia dikuasai oleh hawa nafsunya, tapi Tuhan menjanjikan dunia yang baru dan juga penyertaanNya di bumi ini.
L: Menurutmu apakah orang kristen boleh berperang (dalam arti perang fisik) dalam konteks jika ia bertugas sebagai prajurit negara?
Boleh, kita boleh berperang dengan tujuan yang benar. Kita boleh berperang untuk melindungi negara kita dari serangan jahat. Kita boleh berperang untuk melindungi dan menjaga keselamatan banyak warga Negara kita. Yang tidak boleh dilakukan adalah kalau kita berperang untuk menjajah dan menguasai Negara lain, untuk mengeksploitasi sumber Negara lain.
L: Bagaimana pendapatmu jika seseorang berperang mengatasnamakan suatu agama atau Tuhan? Jelaskan pandanganmu.
M: Mereka yang berperang mengatasnamakan agama atau tuhannya harus mengingat beberapa hal. Satu, apakah tindakannya sesuai hukum yang diajarkan agamanya. Saya rasa meski setiap agama berbeda, tetapi ada satu hukum moral yang mengajar untuk mengasihi orang lain dan tidak menebarkan kebencian dan kerusakan. Kedua, apakah mereka menyadari bahwa tindakan mereka sesuai dengan kehendak Tuhan yang hakiki. Apakah Tuhan menghendaki mereka untuk menghancurkan secara “membabi buta”. Seringkali mereka yang mengatasnamakan Tuhan sesungguhnya adalah kelompok yang paling tidak mengenal tentang ajaran agamanya. Dan tugas kita adalah untuk menghancurkan kuasa-kuasa jahat yang berusaha menguasai manusia dengan ketakutan melalui perang dan terror.
L: Sejauh pengetahuanmu perang apakah yang paling mengerikan yang pernah terjadi di muka bumi ini?
M: Perang Dunia II. Perang yang timbul karena kebencian seorang oknum yang menjalar ke berbagai dunia. Hitler buat saya salah seorang tokoh yang paling kharismatik, tapi juga yang paling menghancurkan yang pernah ada. Karena dia, hanya 1 dari 3 orang Yahudi pada masanya yang selamat, Jepang hancur lebur, Eropa jatuh dalam kerusakan berat. Perang yang timbul karena mereka men-Tuhankan ras-nya sendiri.
L: Menurutmu bagaimana orang kristen harus memandang & bersikap tentang perang?
M: Orang Kristen harus ingat bahwa kita bertempur bukan menghadapi pemerintahan-pemerintahan, tetapi pada roh-roh yang melayang di angkasa. Perlawanan kita melawan kuasa jahat yang memepengaruhi dunia. Orang Kristen tidak boleh diam pasif, tetapi dia harus berperang melawan hawa nafsunya untuk menguasai yang lain dan tidak mau kalah, yang sekarang ini menjadi filosofi dunia, seperti setiap orang harus jadi pemimpin, tidak boleh di ekor, siapa menang dia dapat, dll. Perang dapat dihindarkan jika setiap orang memiliki inisiatif untuk menaklukkan dirinya kepada kasih dan kehendak Tuhan, dan kita sebagai umat Kristen dipanggil untuk menjadi garam dalam hal ini juga.
L: Contohnya: berperang dengan tujuan memperjuangkan kebenaran & keadilan. Namun permasalahannya terletak pada siapa yang merasa benar siapa yang salah…jadi bisa saja tidak bisa ada titik temu. Menurutmu apa solusi terbaik untuk mencari/ menciptakan perdamaian di muka bumi? Apakah mungkin terwujud & kapan?
M: Saya sering kali bergumul menghadapi permasalahan ini ketika bertemu orang dari berbagai belahan dunia saat adanya festival di luar negeri. Setiap orang dengan latar belakang pendidikan dan komunitasnya menciptakan standard dan pengertiannya masing-masing mengenai kebenaran. Cuma buat saya pribadi, mungkin kita tidak akan pernah menemukan titik temu ini. Alkitab sendiri banyak menyiratkan hal ini.. “Apa yang benar merupakan kebodohan bagi dunia.. Dunia sedang berjalan dalam keinginannya masing2… Setiap manusia didorong oleh keinginannya sendiri.” dan Tuhan juga menyatakan bahwa manusia tidak akan pernah menemukan kedamaian… Kita tidak bisa memaksa setiap orang untuk Percaya Yesus yang adalah kebenaran sejati sebagai kebenaran bagi dunia ini, karena dunia tidak menerima Yesus.
Akan tetapi, perdamaian bisa didapat bagi setiap umat di dunia kalau manusia tidak menggunakan ego-nya untuk membenarkan orang lain, untuk menegakkan kebenaran dengan caranya sendiri, melainkan menerapkan kasih satu sama lain. Kita sebagai umat Kristen mendapat hak istimewa untuk mengenal kebenaran, dan tugas kita adalah untuk menunjukkannya melalui buah-buah Roh kita. Mungkin perdamaian tidak dapat terwujud sekarang, tetapi sebagai umat Kristen kita perlu menjadi saksi bagi dunia bahwa kita dapat menciptakan perdamaian.
Demikian wawancara Tim Lampros kali ini… semoga membantu para Lamprozer untuk semakin memahami & menerapkan prinsip-prinsip yang benar dalam kehidupan kita sehari-hari… Gbu all
(Wawancara tertulis by: AT)
Rabu, 22 September 2010
Sabtu, 26 Desember 2009
Wawancara : Afri Dwinanda Wijaya

Nama lengkap : Afri Dwinanda Wijaya
Tmp/tlg lahir : 24 April 1980
Pekerjaan : karyawan
Makanan fav : semua suka
Minuman fav : semua suka
MANUSIA ABADI
LAMPROS:
Apa yang loe biasa lakukan di akhir tahun?
AFRI:
Make a wish, merencanakan rencana untuk tahun depan, dan kumpul bersama keluarga.
LAMPROS:
Sharingkan natal yang paling berkesan dalam hidup loe?!
Ketika pertama kali merayakan natal bersama-sama bersama papa dan mama. Karena orang tua saya sebelumnya belum percaya Tuhan Yesus. Saya sendiri juga percaya kepada Tuhan baru awal 2004. Jadi saya bisa merayakan natal bersama dengan keluarga secara utuh itu it’s like our dream come true.
LAMPROS:
Sharingkan berkat/pelajaran/pengalaman yang berkesan pada tahun 2009 ini.
AFRI:
Tuhan udah menyertai aku sepanjang tahun dalam keluarga dan pelayanan.
LAMPROS:
Menurut kamu manusia itu abadi ga sih? Atau ada bagian yang abadi didalamnya?
AFRI:
Menurut saya manusia itu tidak abadi karena dia itu ciptaan Tuhan, kita baru abadi bila kita mengakui Tuhan dan karyaNya dalam hidup kita.
LAMPROS:
Jika demikian bagaimana kamu memandang hidup & arti hidup kamu?
AFRI:
Menurut saya 1 hari aja itu adalah karunia dari Tuhan, so kita harus hidup di dalam jalanNya, dan selalu taat serta tunduk kepada Dia.
LAMPROS:
Pesan kamu buat pemuda GKI JJ tentang manusia abadi ini apa?
AFRI:
Manusia bisa mati jasmani, tapi semangat kita untuk melayani itu tidak boleh padam, selagi ada kesempatan layanilah Dia sepenuh hati.
Jumat, 30 Oktober 2009
Wawancara : Gatot Gunarso
.jpg)
Nama lengkap
Gatot Gunarso
Ttl
4 Jan 1980
Pekerjaan
wirausaha
Hobby
Backpacker
Makanan fav
bebek panggang
Minuman fav
Sup wijen hitam
Lagu fav
The Heart of a Champion (by Carmen)
Film fav
Lord of the Ring
LAMPROS:
Jika dalam kekristenan “Allah mencari man” mengapa bisa keluar penyataan bhw ada org2 kristen yang dalam kesehariannya “memburu Tuhan" (finding God) ?
Menurut anda apakah tema “Finding God” itu adalah sesuatu yang tepat?
GATOT:
Menurut saya tema finding God itu ok2 saja, kalau sebagai tema setuju saja.karena sebenarnya yang penting itu maknanya, karena biar bagaimana pun juga....sebenernya manusia bisa menemukan Tuhan itu karena adalah Tuhan itu sendiri mau dan rela untuk ditemui oleh manusia.
Dan juga kita tak akan bisa mencari Tuhan dan tujuanNya dalam hidupnya kalau kita tidak mempersiapkan diri kita untuk ”ditemukan” olehNya.
Tuhan kan tidak terlihat oleh kita, hanya bisa dirasakan dan dikenal melalui firmanNya, dan karyaNya di dunia ini...oleh karena itu orang kristen bisa keluar istilah finding God karena orang kristen mencari bukan hanya berkat buat kepentingan kita sendiri...justru sedang mencari anugrah dan karyaNya dalam hidup kita, kehendakNya dalam hidup kita. Itu adalah arti sebenarnya finding God.
LAMPROS:
Dalam konteks sesudah diselamatkan, apakah keinginan untuk dekat dan mencari kehadiran Allah adalah salah satu ciri pertumbuhan rohani? Jika tidak ada keinginan tersebut, apa pendapatmu?
GATOT:
Ya... itu ciri pertumbuhan. Bila ga ada berarti kita lagi ’mentok’. Harus dicari sebabnya. Kalau saya lagi mentok, saya akan cari waktu untuk periksa diri, istirahat, baca buku, ikut retreat atau diskusi santai dengan teman-teman lama juga membantu, (kalau mungkin saya akan pergi jauh sendirian ke tempat yang unik, backpacking)
LAMPROS:
Sharingkan usaha2 yang sudah atau sedang dilakukan anda untuk terus mencari Allah?
GATOT:
Baru2 ini saya membeli buku panduan renungan berjudul ”lion’s handbook of bible” yang berisi penelaahan isi alkitab berdasarkan konteks isi alkitab pada saat tulisan itu dibuat, termasuk kebudayaannya, latar belakang sejarahnya, politiknya, dll. Membantu banget untuk mengerti isi alkitab secara mendalam dan lebih jelas.
LAMPROS:
Menurut kamu point apa yang penting dalam finding God?
GATOT:
Baca alkitab, doa dan persekutuan yang baik.
LAMPROS:
Menurutmu apakah J-Youth sudah menjadi wadah yang memadai kah dalam finding God?
GATOT:
Blm maksimal,lebih baik baik tapi tidak cukup!! Baik... tetapi tidak sesuai dengan bayangan gw bagaimana seharusnya sebuah persekutuan pemuda itu ada. Saya mengharapkan pemuda yang lebih tua bisa membimbing dan jadi teladan buat generasi yang lebih muda dalam hal PEMURIDAN, pengembangan mental dan diri....bukan cuma having fun dan hal2 yang ”dangkal” seperti ini. Kita seolah2 cuma having fun saja dan menjalin keakraban saja. Karena yang kita alami saat ini dengan keakraban yang amat akrab seperti sekarang ini juga pernah dialami oleh generasi yang ada diatas kita bertahun2 yang lalu. Dan saya melihat keakraban tidak BERTAHAN LAMA...paling lewat satu atau dua generasi selanjutnya bakal rontok, dan jadi mundur... gereja harus mengevaluasi dan mereformasi visi dan misinya agar dapat menjangkau anak muda sekarang untuk bisa mengerti posisi mereka sebagai orang kristen saat ini. Plus tidak hanya cuma jadi bahan obrolan dan diskusi saja,tapi dipraktekkan.
LAMPROS:
Sebutkan tokoh alkitab teladan kamu dalam konteks finding God!
GATOT:
Satu! Barnabas karena dia adalah man behind the scene, dia benar2 finding God tanpa harus dilihat orang lain. Bentuk finding God dia adalah dalam bentuk mensupport pelayanan banyak orang dengan diam dan sederhana...
Kedua! Yudas.....dalam artian dia adalah tokoh yang unik dan juga menyedihkan dalam usaha finding God ini. Karena dia dipilih Tuhan Yesus sebagai salah satu murid Tuhan, sayangnya makna finding God yang dia miliki terdistorsi oleh cara pandangnya yang tidak sesuai dengan apa kehendak Tuhan Yesus. Dalam banyak buku tafsiran, Yudas menjual Yesus bukan karena dia serakah akan uang, tetapi lebih berat kepada untuk pembuktian jalan pikirannya bahwa dia percaya Tuhan Yesus itu hebat, dan kalau Dia dijual ke orang farisi pasti dia memiliki cara untuk membebaskan diri. Padahal Tuhan Yesus sendiri datang ke dunia sudah memiliki tujuan untuk mati dan diserahkan ke dalam tangan manusia2 berdosa untuk dibunuh....jadi Yudas tidak bisa menerima fakta bahwa Tuhan Yesus harus mati...dia hanya mau kenal (finding God) dalam cara pandang dia sendiri bahwa Yesus tidak boleh mati dan Dia pasti bisa menghindari cara kematian yang tidak terhormat itu....sangat ironis!! Murid Tuhan tapi tidak mengenal jalan pikiran Tuhannya sendiri....
(interviewed by: Wen)
Rabu, 03 Juni 2009
Wawancara : Stellaria Teguhsukmana
Nama lengkap :
Stellaria Teguhsukmana (Stella)
TTL :
Jakarta, 17 Juni 1979
Pendidikan :
- S1 Sarjana Komputer Manajemen Informasi Bina Nusantara 1996
- S2 Magister Konseling SAAT Malang, 2004
Anak ke :
1 dari 3 bersaudara
Pekerjaan/pelayanan :
Pembina rohani + Wakil GM Yayasan Eunike (+ konselor & pembicara)
Tahun di baptis :
1994
Ayat favorite :
Filipi 1:21-22 & Roma 8:28
Makanan favorite :
semua yang enak2, terutama aneka mie & PEDASH hehehe
Minuman favorite :
kopi, teh, air putih
Film favorite :
inspiring movies, spt:
Pay It Forward,
Freedom Writers,
Facing the Giants,
Fireproof,
I Not Stupid 1&2,
One True Thing,
The Story of Us,
Gokusen 1-3,
dll banyak deh soale suka nonton ☺
Lagu favorite :
Why have YOU chosen me?, Grace Alone, Saya ada Tuhan pun ada
Buku favorite :
Run Run Run (Aku tak kan menangis lagi),
The Pilgrim’s (Perjalanan Seorang Musafir) &
buku2 Self-development lainnya
L: Menurut Ci Stella apa sih arti berakar di dalam Dia?
ST: Menurut saya, itu artinya proses menyatu dengan Tuhan. Seperti jantung tidak dapat dipisahkan dari tubuh kita, kalo kita berakar dalam DIA, kita tidak dapat hidup dipisahkan dari Tuhan. DIA-lah Sumber kekuatan, Sumber keinginan/kehendak, Sumber kehidupan, perlindungan & pengharapan kita.
L: Sejauh mana kita bisa mengatakan bahwa seseorang sudah punya akar yang kuat di dalam Tuhan. Apa ada patokan/standar/ciri-ciri utama orang yang berakar kuat dalam Tuhan?
ST: Hmm, mungkin =menguji emas ya? Emas dibakar, berlian diasah, tanah liat dibentuk lalu dibakar, kayu digergaji. Manusia diuji, dibuat menderita, dihina, dihadapkan masalah, kehilangan harta, orang yang disayang/menyayangi, hilang kekuasaan, dll tetapi akhirnya tetap tidak meninggalkan Tuhan, tetap percaya, berharap, mengandalkan & mengasihi Tuhan. Standarnya bukan dari apa yang dia TAHU tentang Tuhan tapi jika dia telah MENGALAMI Tuhan sendiri dan sampai di titik tidak mengingini apapun di dunia dan di surga selain dari Tuhan sendiri.
L:Mengapa kita harus berakar melalui satu gereja? Bisakah melalui media/ organisasi lain misalnya di persekutuan kampus, mahasiswa, sekolah, yayasan, dll?
ST : Hehehe kalo di banyak tempat, namanya bukan berakar tapi berlayar. Pernah denger pohon sering pindah2 akarnya? Kalo akarnya kuat & dalam, pohon itu akan sulit dipindah. Saya rasa bisa aja ‘BERTUMBUH’ melalui organisasi lain dengan periode yang lebih singkat (berapa lama sih jadi pelajar/mahasiswa/pekerja di sebuah kantor/yayasan?). Satu gereja adalah tempat yang tepat untuk berakar coz gereja adalah rumah & keluarga kedua. Ada masanya jalan2 ke banyak gereja (biasanya terjadi di masa mencari & menetapkan satu gereja akar). Sebisa mungkin JANGAN PERNAH TINGGALKAN gereja akar. Dan suatu saat, Tuhan akan tumbuhkan rasa cinta terhadap gereja itu walau pernah dapat siraman pertumbuhan dari tempat lain.
L: Proses berakar tidak bisa dilepaskan dari bertumbuh. Ceritakan background sebelum mengenal Tuhan & proses pertobatan sampai bertumbuh dalam Tuhan.
ST: Mulai dari mama yang bawa sy ke SM. Lagu2 SM banyak membentuk saya (mis: saya ada, Tuhan pun ada). Lucunya, walau saya ikut SM sejak kecil, baru saat ujian akhir 6SD, saya tahu arti ‘gereja’. Karena tidak ada 1 pun murid yang bisa mendefinisikan ‘gereja’, guru menyuruh kami cari arti kata ‘gereja’ & saya langsung nyebrang ke GKI Jatinegara cari Tjhai Muse & beliau membuka banyak buku, menerangkan pada saya & teman2 yang waktu itu masih kecil banget. Di situ, titik awal saya ingin tahu lebih jauh tentang Alkitab & Kekristenan. Dengan rajin ikut PRK (Persekutuan Remaja Kristen), semuanya itu menjaga & memperdalam rasa ingin tahu akan Tuhan yang saya percaya melalui Alkitab sampe akhirnya jatuh cinta beneran ama Mas Christ krn mengalami cintaNya ☺
L: Ceritakan 1 ayat, 1 kitab & 1 tokoh yang membuat Ci terkesan dari dulu sampai sekarang (selain Tuhan Yesus)
ST : kitab & tokoh YOSUA, soale dia tokoh yang dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel masuk Tanah Perjanjian. Ga’ mudah jadi pemimpin, apalagi menggantikan pemimpin besar seperti Musa. Yosua 1:7-9 selalu berkesan karena meneguhkan bukan hanya Yosua tapi juga saya di mana pun & apapun tugas yang DIA percayakan pada saya.
L: Menurut Ci, mana yang lebih penting, bagian internal diri kita atau external yang memegang peranan dalam proses pembentukan akar:
ST: Psikologi bilang nilai-nilai hidup seseorang ditanamkan oleh orangtua/ keluarga sejak kecil lalu bergesekan dengan lingkungan (sekolah & gereja) sampe akhirnya di remaja mulailah internal menetapkan nilai sendiri (biasanya gabungan dari pengalaman eksternal). Saya rasa awal pembentukan akar kita dilakukan oleh Tuhan (eksternal), ga ada bagian dari kita dalam pembentukan akar awal itu. Tetapi dalam pemeliharaan & penguatan akar itu, tentu ada peranan internal diri kita yang harus memperjuangkannya.
L: Salahkah bila ada orang berpendapat bahwa melayani Tuhan, bersekutu bukan bagian dari berakar tetapi kalau pendalaman alkitab, KBI, FBI, baru proses berakar. Bisakah kita memecah-mecah mana bagian proses berakar, bertumbuh & berbuah dalam suatu perjalanan kerohanian?
ST: Sebenarnya bukan tentang salah atau benar, tapi lebih menunjukkan tingkat pemahaman seseorang. Melayani, bersekutu, PA, KBI, FBI or nanti SBI, hanya akan jadi “kegiatan”kalo di dalamnya kita tidak mengalami pembelajaran menjadi semakin serupa Kristus (dalam hal ini, berakar, bertumbuh & berbuah telah menjadi satu kesinambungan karena jalan bareng)
L: Hal-hal apa saja yang Pemuda/I masa kini butuhkan dalam proses bertumbuh & apa-apa saja yang harus diwaspadai.
ST: Fisik bertumbuh bila dapat air/makanan, rohani perlu Air & Roti Hidup. Yang perlu diwaspadai: junk-food kadang lebih enak walau ga, sehat. You r what u eat. Jadi, perlu penyangkalan diri untuk bertumbuh sehat rohani.
(AT)
Jumat, 03 April 2009
EASTER FOR AMEL
Lamprozers tentunya sudah kenal dengan sosok pemudi yang menjadi Ketua KP GKIJJ ini. Mari simak hasil wawancara singkat dengan Amelia Kusardi, berkaitan dengan seputar makna Paskah dan kegiatan yang dilakukannya menjelang Paskah.
Nama : Amelia Kusardi (Mei-mei)TTL : 5 Juli 1984
Pelayanan : Ketua KP, MC, Kelompok Serenada Gitar
Makanan Favorit : Sundanese
Minuman Favorit : Es Jeruk
Ayat Favorit : Roma 8:28
Film Favorit : Romantic movie
Lagu Favorit : Hillsong, TW, GMB
(L : Lampros, A : Amelia)
L : Apa sih arti Paskah buat elo?
A : Tanda kemenangan Yesus atas maut…Tanda bahwa Tuhan Yesus adalah Raja atas sgala raja, Dia berkuasa atas maut dan sekaligus mengingatkan kita atas pengorbanan-Nya.
L : Menurut lo, pengorbanan itu apa?
A : Memberikan segala sesuatu yg kita punya dengan segenap hati, jiwa, akal & pikiran kepada orang lain.
L : Kapan & Ceritakan Paskah yg berkesan buat elo?
A : Paskah taon ini…Dengan adanya proyek2 ketaatan mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin masih banyak berbuat hal2 yang menuruti keinginan “daging” kita.
L : Hal-hal apa yg elo lakuin menjelang hari Jumat Agung & Paskah?
A : Berpuasa dan perbanyak doa.
L : Kapan amel mulai bertobat?
A : Gw dibaptis Des’02 tapi baru benar2 mengerti inti dari pelayanan Okt’03.
L : Hal apa saja yg bisa menghambat pelayanan amel?
A : Diri sendiri terutama “kemalasan rohani”…

