Kamis, 24 Februari 2011
Rabu, 22 September 2010
Sabtu, 26 Desember 2009
Kalau Aku harus Mati
karena pesawat yang kutumpangi
jatuh dan luluh lantak
bahkan mayatku pun tak dikenali lagi
ajar aku untuk mengerti
bahwa kematian dapat datang
di saat kapan pun
di saat mana pun
Kalau aku harus mati
dalam kecelakaan mobil
dan tak seorang pun yang selamat
ajar aku untuk memerima
bahwa ini terjadi bukan karena kutuk
namun uluran tangan-Mu
yang datang menjemputku
Kalau aku harus mati
karena tumor atau kanker ganas
dan tak tersembuhkan
oleh apapun dan oleh siapapun
ajar aku untuk tidak mengumpat
dan belajar bahwa peristiwa salib
yang kautanggung seorang diri
lebih luka dan meremukkan
Kalau aku harus mati
di usia muda atau renta
aku hanya ingin memegang janji-Mu
bahwa tidak ada kesia-siaan
atas hidup yang dibangun di atas iman
dan peristiwa-peristiwa yang lewat
tak lebih dari jalan-jalan
di dalam kedaulatan-Mu
Ang Tek Khun
Jumat, 30 Oktober 2009
MenemukanNya
Hari ini…
Momen untuk melihat
Bentangan biru kanvas langit tak bertepi
Awan-awan cirus ‘berbulu domba’ nan putih
Berarak lembut perlahan tertiup angin
Berkilau keemasan tertempa mentari
Hari ini....
Moment untuk mendengar
Kicauan burung-burung yang berdendang
Gemerisik dedaunan berdesau merdu
Mengalir lembut tertiup angin
Mengalunkan melodi alam nan syahdu
Hari ini...
Moment untuk melihat
Wajah-wajah keriput dan sendu
Penuh beban berat dan aura kemiskinan
Berbalut baju-baju kumal dan rombeng
Duduk di tepi jalan menadahkan tangan
Hari ini...
Moment untuk mendengar
Suara rengekan anak jalanan
Kecrekan tutup botol yang berdenting
Pekak klakson di tengah kemacetan
Nyanyian keluh kesah derita kehidupan
Hari ini...
Moment untuk melihat
Ceria di wajahNya menjelma di alam ciptaNya
Binar di mataNya melihat sukacita umatNya
Duka di wajahNya memandang derita anak-anakNya
Tetesan air mataNya di hati mereka yang gersang
Hari ini..
Moment untuk mendengar
SuaraNya yang bergema melalui nyanyian laut
TawaNya yang mengalir seiring hujan berkatNya
TangisNya yang pilu bersama mereka yang terlupa
RintihanNya ditengah kesunyian hati mereka
Hari ini.....
Moment untuk melihat, mendengar dan merasa
KehadiranNya di setiap ayunan langkah,
hembusan nafas dan debar jantung
Moment untuk mengenalNya
Lebih dalam lagi...
Moment untuk mengasihiNya
Lebih sungguh lagi
Moment untuk menemukanNya
Berulang-ulang..
(By: Rucita Sapphira Lazuardi)
Jumat, 03 April 2009
JALAN KALVARI
Sungguh sebuah kesia-siaan tragis
Ketika manusia berpaling
dari jalan Kalvari kasih dan penderitaan
Segala kekayaan kemuliaan Allah di dalam Kristus
berada di jalan itu...
Segala persekutuan yang termanis dengan Kristus
Ada di sana…
Segala harta jaminan
Segala puncak sukacita
Segala penglihatan yang terjelas tentang kekekalan
Segala persahabatan yang paling mulia
Segala afeksi yang paling rendah hati
Segala tindakan pengampunan dan kebaikan hati yang penuh kasih
Segala pemahaman yang terdalam akan Firman Allah
Segala doa yang paling serius
SEMUANYA berada di Jalan Kalvari
Di mana Yesus berjalan bersama umatNya
Pikullah salibmu dan ikutlah Dia
Di jalan ini...
Dan hanya di jalan ini saja...
Hidup adalah Kristus
Dan mati adalah keuntungan
Kehidupan di setiap jalan lainnya
adalah kesia-siaan.
John Piper; Don’t waste your life
