Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Desember 2009

Kalau Aku harus Mati

Kalau aku harus mati

karena pesawat yang kutumpangi

jatuh dan luluh lantak

bahkan mayatku pun tak dikenali lagi

ajar aku untuk mengerti

bahwa kematian dapat datang

di saat kapan pun

di saat mana pun

Kalau aku harus mati

dalam kecelakaan mobil

dan tak seorang pun yang selamat

ajar aku untuk memerima

bahwa ini terjadi bukan karena kutuk

namun uluran tangan-Mu

yang datang menjemputku

Kalau aku harus mati

karena tumor atau kanker ganas

dan tak tersembuhkan

oleh apapun dan oleh siapapun

ajar aku untuk tidak mengumpat

dan belajar bahwa peristiwa salib

yang kautanggung seorang diri

lebih luka dan meremukkan

Kalau aku harus mati

di usia muda atau renta

aku hanya ingin memegang janji-Mu

bahwa tidak ada kesia-siaan

atas hidup yang dibangun di atas iman

dan peristiwa-peristiwa yang lewat

tak lebih dari jalan-jalan

di dalam kedaulatan-Mu

Ang Tek Khun

Jumat, 30 Oktober 2009

MenemukanNya

Hari ini…

Momen untuk melihat

Bentangan biru kanvas langit tak bertepi

Awan-awan cirus ‘berbulu domba’ nan putih

Berarak lembut perlahan tertiup angin

Berkilau keemasan tertempa mentari


Hari ini....

Moment untuk mendengar

Kicauan burung-burung yang berdendang

Gemerisik dedaunan berdesau merdu

Mengalir lembut tertiup angin

Mengalunkan melodi alam nan syahdu


Hari ini...

Moment untuk melihat

Wajah-wajah keriput dan sendu

Penuh beban berat dan aura kemiskinan

Berbalut baju-baju kumal dan rombeng

Duduk di tepi jalan menadahkan tangan


Hari ini...

Moment untuk mendengar

Suara rengekan anak jalanan

Kecrekan tutup botol yang berdenting

Pekak klakson di tengah kemacetan

Nyanyian keluh kesah derita kehidupan


Hari ini...

Moment untuk melihat

Ceria di wajahNya menjelma di alam ciptaNya

Binar di mataNya melihat sukacita umatNya

Duka di wajahNya memandang derita anak-anakNya

Tetesan air mataNya di hati mereka yang gersang


Hari ini..

Moment untuk mendengar

SuaraNya yang bergema melalui nyanyian laut

TawaNya yang mengalir seiring hujan berkatNya

TangisNya yang pilu bersama mereka yang terlupa

RintihanNya ditengah kesunyian hati mereka


Hari ini.....

Moment untuk melihat, mendengar dan merasa

KehadiranNya di setiap ayunan langkah,

hembusan nafas dan debar jantung

Moment untuk mengenalNya

Lebih dalam lagi...

Moment untuk mengasihiNya

Lebih sungguh lagi

Moment untuk menemukanNya

Berulang-ulang..


(By: Rucita Sapphira Lazuardi)

Jumat, 03 April 2009

JALAN KALVARI

puisi

JALAN KALVARI

Sungguh sebuah kesia-siaan tragis
Ketika manusia berpaling
dari jalan Kalvari kasih dan penderitaan

Segala kekayaan kemuliaan Allah di dalam Kristus
berada di jalan itu...
Segala persekutuan yang termanis dengan Kristus
Ada di sana…

Segala harta jaminan
Segala puncak sukacita
Segala penglihatan yang terjelas tentang kekekalan
Segala persahabatan yang paling mulia
Segala afeksi yang paling rendah hati
Segala tindakan pengampunan dan kebaikan hati yang penuh kasih
Segala pemahaman yang terdalam akan Firman Allah
Segala doa yang paling serius
SEMUANYA berada di Jalan Kalvari
Di mana Yesus berjalan bersama umatNya
Pikullah salibmu dan ikutlah Dia

Di jalan ini...
Dan hanya di jalan ini saja...
Hidup adalah Kristus
Dan mati adalah keuntungan
Kehidupan di setiap jalan lainnya
adalah kesia-siaan.

John Piper; Don’t waste your life